Alasan Ilmiah Wanita Cantik Pacaran Dengan Pria Jelek



Tentangnikah.com- Pernahkah anda bertanya pada diri sendiri mengapa wanita cantik mempunyai pasangan yang tak tampan ?. Ataupun sebaliknya dengan pria tampan yang memunyai pasangan yang tidak cantik untuk jadi calon istrinya. Tidak sedikit kita yang menilai bahwa hal ini adalah bentuk kasih sayang dan keadilan Tuhan. Namun dibalik itu tentunya ada alasan ilmiahnya kan?.

Nah kali ini peneliti dari AS mendapatkan langkah untuk menerangkan kenapa hal diatas bisa terjadi. Katanya bahwa hal itu bisa saja dikarenakan saking lamanya mereka bersama untuk saling mengenal satu dengan lainnya.

Umumnya, kedua pasangan yang membuat keputusan untuk menjalani pacaran usai perjumpaan yang sebentar lalu pada tertarik atas tampilan fisik tiap-tiap orang daripada dengan hal lainnya. Tapi bila anda mendapatkan pasangan yang mana diantaranya tidak menarik, maka itu artinya kemungkinan besar bahwa keduanya sudah saling kenal sangat lama.

Jawaban itu dibuat usai para peneliti dari Northwestern University di AS mengerjakan wawancara pada seratus enam puluh tujuh pasangan dengan tingkat daya tarik fisik yang tidak sama. Sekitar 67 pasangan masih berpacaran, sedangkan seratus pasangan telah berkeluarga.

Seluruh pasangan di survei ini sudah berkenalan sepanjang lebih dari 3 bulan lamanya, serta sejumlah diantaranya membangun hubungan sepanjang lebih dari setengah abad. Dalam hasil survei ini menampakan jika semakin lama mereka mengetahui karakter masing-masing sebelum memulai hubungan romantis, hubungan antara daya fisik mereka dengan keputusan untuk bertambah kecil. Bisa jadi hal ini pun yang buktikan kenapa banyak cinta dimulai dari persahabatan.
Laura Amara [read more...]

Arti Mimpi Menikah dan Cara Baik Untuk Tidur


Mimpi adalah bunga tidur, setiap orang yang tidur maka bermimpi, walaupun ada banyak orang yang langsung tidak ingat atas mimpinya saat bangun. Namun adapula mimpi yang terus diingatnya sampai berhari-hari atau bertahun tahun masih bisa di ingat jelas karena begitu berkesannya. Biasanya mimpi ini merupakan penanda begitu saja atau sebuah jawaban dari doa doa yang di lantunkan saat berharap ingin keluar dari sebuah keadaan, seperti miskin.

Mimpi juga bisa dari besarnya keinginan pada sesuatu, yang dalam istilah agama kerap disebut "dari hembusan setan". Contohnya seperti tiba-tiba orang yang anda cinta itu berada dalam mimpi anda. Hal itu bisa muncul karena dorongan keinginan kuat dalam diri anda untuk memiliki orang tersebut sehingga terbawa kedalam mimpi. Begitupun terhadap orang yang dibenci, apabila dorongan itu begitu kuat maka terkadang muncul dalam mimpi.

Nah kebanyakan manusia umumnya, orang awam bermimpi pada tahapan ini. Berbeda dengan mimpinya orang shaleh, para wali. Dan pada tahap para nabi yang mana mimpi disana disebut sebagai, "satu perempat tanda kenabian" yakni berupa mimpi yang benar.

Namun biarpun demikian, semua mimpi bisa diambil pelajaran. Bila anda merasa orang awam, yang mana, bahkan tidur pun tidak sempat membaca doa, terlebih lagi mengerjakan anjuran sebelum tidur, besar kemungkinan mimpinya dari dorongan keinginan yang besar akan hal itu. Walaupun mimpi itu disebutnya dari hembusan hawa nafsu, anda bisa jadi tahu pada pagi harinya kalau anda begitu menginginkan hal itu, sehingga anda bisa menjaga diri.

Berhubungan dengan mimpi menikah pun seperti itu, bila anda pada kehidupan sehari-hari kerap mendambakan untuk menikah maka bukan tidak mungkin bakal mimpi menikah. Begitupun ketika sangat besarnya anda mencintai seseorang dalam artian adalah mencintai pacar, maka ada kaitannya hal itu dengan menikah. Sebab tujuan dari pacaran itu sendiri adalah menikah, membangun rumah tangga dengan orang yang anda cinta. Maka harus disadari dulu hal ini sebelum anda mencari tafsir mimpi ke banyak referensinya.

Menggelar pernikahan pada dasarnya merupakan sebuah fitrah manusia, namun bukan yang hendak dijalani oleh seluruh manusia, sebab ada pula manusia yang tidak menikah. Fitrah disini adalah keinginan manusia berlari dari kehancuran menuju kesempurnaan. Yang mana berkawin itu adalah melanggengkan kehidupan dengan adanya keterunan. Tentunya hal itu lebih di inginkan manusia berdasarkan fitrahnya.

Berikut ini adalah tafsir mimpi menikah, namun harus diperhatikan. Tidak ada tafsir mimpi yang betul-betul bisa di pegang kebenarannya sebab tafsir mimpi memiliki banyak bentuk serta tergantung pada mereka atau siapa yang bermimpinya seperti yang telah di jelaskan diatas.
Tafsir atau Arti Mimpi Menikah Dalam Banyak Keadaan

1. Mimpi Menikah
A. Kalau yang memimpikanny adalah mereka yang telah memiliki keluarga atau telah menikah dan tidak bercarai (masih utuh) maka ditafsirkan bahwa kesibukan pemillik mimpi itu bakal bertambah serta bakal berbeda dengan sebelumnya.
"Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72)
Namun hati-hati sebab terkadang harta atau keluarga itu menyibukan anda dari Tuhan.

Sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat berikut,

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu, dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu, dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taghaabun: 14-18).

B. Adapun untuk yang memimpikannya adalah bujangan, bisa jadi hal itu karena besarnya keinginan diri. Namun bisa juga merupakan penanda yang diberikan Tuhan pada pemuda yang saleh namun masih sendiri. Bahwa kejadian menikah seperti dalam mimpi bakal kenyataan.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui” (QS. An Nuur (24) : 32)

Untuk itu jangan lupa berharap dan perbanyak lagi beribadah.

Bila Mimpi Menikah Dengan Wanita

A. Kadangkala kita hanya menafsirkan mimpi menikah saja tanpa memerhatikan detailnya. Maka sebetulnya detail-detail itu pun sangat membantu untuk menafsirkan mimpi lebih kuat. Nah bila anda menikahi wanita yang buruk perangainya maka berhati-hatilah bukan cuma disebabkan wanita dan harta itu dapat melupakan anda dari tuhan, namun anda akan diajak untuk mengerjakan sesuatu yang diharamkan sehingga anda pun menjadi buruk perangainya.

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

B. Apabila yang anda ngajak nikah dalam mimpi itu adalah seorang wanita yang soleh lagi beriman maka bisa jadi artinya adalah anda mendapatkan penolong dalam agama, yaitu seseorang yang lemah lembut.
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71)

Bila yang bermimpi adalah orang yang sudah punya pacar, kemudian tiba-tiba saja merasa sudah menikah dalam mimpi itu, lalu mengerjakan hubungan badan maka berhati-hatilah pada perbuatan yang diharamkan, yakni berhubungan badan. Sebab dalam mimpi pun tidak ada pernikahan
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk". (Al-Isra 32)


Arti Mimpi Menikah Dalam Primbon

Dalam tidur melihat anak kecil yang telah menikah : Hal itu bisa dimaknai bakal mendapatkan problem besar dalam beberapa hari, bulan atau tahun yang bakal datang nanti, entah itu dimana, tapi yang jelas maknanya bakal terdapat kesukaran yang bakal dihadapi nanti jadi wasapadalah  dan tidak boleh ceritakan hal itu pada orang lain suapaya tak muncul yang memberi tafsir buruk.

Mimpi tengah menikah dengan wanita atau istri orang lain : Hal itu diartikan bahwa bakal terdapat seorang pemimpin, yan mana bias jadi itu dalam lingkup daerah atau yang lebih luas, yang bakal berlaku seenaknya atau diktator

Menyaksiakan adanya kerudung pengantin : Hal itu bisa jadi adalah bakal mendapatkan kesedihan disebabkan pekerjaan dari pasangannya.

Berjumpa sang kekasih hati kala tidur : Hal ini bisa jadi jika seseorang bakal menerima kedudukan yang mulia pada pekerjaan atau bisa jadi bisa diartikan jabatan atau posisi yang baik pada pekerjaannya.

Jika mimpi tengah dikawinkan orang tua : Hal itu dapat jadi petanda buruk bakal muncul yang bisa jadi Anda bakal menerima cobaan nantinya.

Menggelar pernikahan dengan pacar : Hal ini ditafsirkan sebaliknya yang mana dituturkan kalau seseorang bisa jadi bakal mengalami problem untuk hal percintaan, bisa saja hubungan dengan pacar menuai masalah atau mungkin saja putus (Ingat, dalam Islam tak dikenal istilah pacaran sebab ini adalah salah satu pelanggaran, yaitu pelanggaran dari larangan “Janganlah kamu mendekati zina…”.
Menikah dengan wanita atau pria asing : hal ini bisa jadi bakal muncul hal buruk bakal terjadi pada diri Anda.

Yang harus anda ingat kembali bahwa tafsir mimpi tidak bisa benar-benar di pegang teguh jawabannya. Seterusnya tinggal seperti apa menyikapinya. Bila tafsir ini membuat anda merasa yakin penuh bakal terwujud sehingga anda leha-leha, maka anda sudah keliru. Karena tiada hasil tanpa adanya usaha. Begitu pun ketika jawaban dari tafsir mimpi ini buruk maka jangan bersedih, tetap berusaha untuk menghindari hal-hal yang buruk.

Nah apabila kita ingin mendapatkan mimpi yang benar, berikut ini adalah etika sebelum tidur.
Etika Tidur Sesuai Sunnah

1. Mengerjakan Muhasabah Sebentar Ketika Hendak Tidur.
Begitu dianjurkan untuk setiap muslim supaya bermuhasabah ketika hendak berangkat ke alam mimpi, mengerjakan evaluasi pada kelakuan yang sudah dikerjakan di siang hari. Kemudian bila dapatkan kelakuan baik maka harusnya memuji kepada Allah SWT serta bila sebaliknya maka hendaknya secepatnya meminta ampunan-Nya, kembali dan bertobat sebab siapa tahu setelah tidur tidak akan bangun lagi.

2. Tidur Tidak Larut Malam

Dari hadits dari `Aisyah ra “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat”.(Muttafaq `alaih)

3. Disunnatkan mengerjakan wudhu sebelum tidur, dan berbaring miring arah kanan menghadap kiblat.

Al- Bara’ bin `Azib Radhiallahu’anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.

4. Dianjurkan Juga Mengibaskan 3 X Menjelang Berbaring.

Hal ini didasarkan pada dalil hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu jika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya berbunyi: “jika seorang dari kamu hendak tidur di tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya di tempat tidurnya itu terlebih awal, disebabkan ia tidak tahu apa yang terdapat di atasnya…” Di sebuah riwayat dituturkan sebanyak: “3 kali”. (Muttafaq `alaih)

5. Makruh Tidur Tengkurap.

6. Menutup Pintu, Jendela dan Mematikan Api dan Lampu Ketika Hendak Tidur
Nabi Saw mengajarkan kepada kita sebagai umatnya untuk mengerjakan hal itu sebelum tidur, lebih jauh maka anda dilarang tidur sebelum membuat barang-barang yang berpotensi terjadinya hal-hal yang tak di inginkan. Seperti belum mematikan kompor yang berpotensi mengakibatkan kebakaran.
Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda, yang artinya berbunyi:

“Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman”. (Muttafaq’alaih)

8. Baca ayat Kursi, 2 ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah (Ayat 285 & 286) , Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), sebab tidak sedikit hadits-hadits shahih yang memberikan anjuran akan hal itu

9. Baca do`a-do`a dan dzikir shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam.

Seperti : “Allaahumma qinii yauma tab’atsu ‘ibaadaka. “Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu”. Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

10. Dan baca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya. “Dengan menyebut nama- Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari)

11. Jika di kala tidur terbangun kaget atau gelisah atau mendapatkan ketakutan, maka dianjurkan membaca doa :

“A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri ‘ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna.” Artinya, “Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku”. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

12. Bila sudah bangun maka baca :

“Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba’da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuur”Artinya, “Segala puji bagi Allah yang sudah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Al-Bukhari)

Demikianlah etika bertidur yang bagus bila dikerjakan oleh orang-orang Mukmin supaya terhindar dari hal-hal yang tak di inginkan kala tidur, serta mendapatkan mimpi yang benar

* Sumber : www,tentangnikah.com
Laura Amara [read more...]

Pendapat Syekh Ibnu Qayyim Tentang Keistimewaan Nabi Muhammad duduk di atas Arasy


Syekh Ibnu Qayyim pernah meriwayatkan suatu keistimewaan NabiMuhammad Saw, yang begitu ajaib serta menisbatkannya pada beberapa ulama salaf, dia menuturkan, “…. Al Qadhiy berkata, ‘Al-Marwazy menulis suatu kitab mengenai keutamaan Nabi Muhammad Saw. Di dalamnya antara lain ia menuturkan bahwa Nabi Saw di dudukan pada Arasy.’ Al Qadhiy menambahkan,’itu pendapat Abu Dawud, Ahmad bin Ashram, Yahya bin Abu Thalib, Abu Bakar bin Hammad, Abu Jafar Al Dimasyqiy, Ayyasy Al Daury, Ishak bin Rahuwiyah, Abdul Wahhab Al Warraq, Ibrahim Al Ashbahaniy, Ibrahim Al Harbiy, Harun bin Ma’ruf, Muhammad bin Ismail al Silmiy, Muhammad bis Mushib al Abid, Abu Bakar bin Shidqah, Muhammad bin Basyar bin Syuraik, Abu Qilabah, Ali bin Sahal, Abu Abdillah bin Abdunnur, Abu Ubaid, Al Hasan bin Fadhl, Harun bin Al Abbas al Hasyimiy, Ismail bin Ibrahim Al Hasyimiy, Muhammad bin Imran al Farisiy(seorang zahid), Muhammad bin Yunus al Bashariy, Abdullah bin Imam Ahmad al Mawarzym dan Bisyr Al-Hafiy’”. Aku (Syekh Ibnu Qayyim) berkata, “itulah pendapat Ibnu Jarir Al Thabariy. Tokoh Mereka adalah Mujahid, seorang Imam tafsir. Dan it pendapat Abu al Hasan al Daraquthni, yang di antara syairnya berbunyi :
Hadis syafa’at itu dari Ahmad
Ke Ahmad al Musthafa sanadnya sampai
Datang pula hadis, Rasul duduk pada Arasy
Tak pantas kita mengingkarinya
Biarkanlah hadis itu apa ada adanya
Dan jangan campurkan kepadanya perusaknya
Dan janganlah kamu ingkari ia duduk
Dan jangan kamu ingkari, ia pun mendudukinya (Arasy)”


(Lihat karya Syekh Ibnu Qayyim, Bada’I Al-Fawa’id, Volume IV : 40)
Laura Amara [read more...]

4 sifat yang menghalangi kesalehan


Berikut ini adalah yang menghalangi kesalehan :

1. Merasa gembira dengan kebodohan, maksudnya yaitu tidak memiliki keinginan diri, lebih jauh merasa nyaman atas ketidaktahuan pada soal soal keagamaannya. Seperti yang telah banyak muncul di zaman sekarang yang telah tersibukan oleh urusan dunia yang penting menurut masing masing orang itu dalam mencapai kesuksesan dan kebahagian. Sementara untuk masalah keagamaan sudah tidak dipikirkan, dipasrahkan saja ke para ustadz, yang bisa dihubungi kala diperlukan.

Tidak memiliki kemauan untuk belajar kegamaan sebab dikira bahwa hal itu sungguh sungguh akan membuang waktunya, sementara mereka telah puas pada ilmu agama yang di dapatkannya walaupun sangatlah sedikit. Berbeda hal nya dengan dunia yang dikejernya itu, ia tak pernah merasa puas. Memang tiada yang salah bila orang cuma tahu sedikit dan tidak mencari lebih dan kebenaran ilmu agama yang di dapatkannya. Namun itu semua menampilkan ketidakseriusan keislamannya daripada keseriusannya meraih pengetahuan (yang sifatnya duniawi) maupun kesibukannya dalam menata banyak urusan dunia. Nabi S.a.w; "Allah benci kepada orang yang pandai pada urusan dunia namun bodoh dalam urusan akhirat".

2. Keburukan yang seterusnya yaitu berlaku Tamak dengan dunia dan Bakhil atas lebihnya harta, hal semacam itu adalah 2 pasang yang kerap terkait seperti 2 sisi mata uang yang mana mustahil dipisahkan. Sebab siapa saja yang tamak dan menilai kurang dengan sejumlah kepemilikian hartanya, maka dia bakal mendapatkan kikir (bakhil) dan begitu sayang atas kelebihan (harta) yang dipunyainya.

Nabi S.a.w sempat berkata mengenai, yaitu, yang artinya berbunyi: "Mencintai dunia (harta, tahta, wanita, serta kesenangan duniawi lainnya) merupakan sumber seluruh kecelakaan dan keburukan".

3. Kemudian yaitu Riya' saat mengejakan sesuatu. Ia hanya mempunyai niat untuk meraih pujian dari manusia dalam mengerjakan segala macam amal. Penyakit ini seperti menginginkan nilai dunia dengan amal amal untuk akhirat. Penyakit ini oleh Nabi S.a.w digolongkan pada syirik kecil (as-syirikul asyghar) seperti diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang artinya berbunyi :

“Sesungguhnya sesuatu yang begitu saya khawatirkan mengenai dirimu adalah syirik kecil, yaitu riya”. Disebut begitu sebab perwujudan penyakit ini begitu halus dan tidak kentara. Terdapatnya cuma pada isi hati. Tak ketahuan di dalam pekerjaan diri.

4. Selanjutnya keburukan lain yaitu Membanggakan diri (ujub). Yaitu menilai diri paling sempurna daripada mereka. mesti dijauhinya perasaan ini disebabkan pelakunya bisa jatuh pada kesombongan, dan sifat kesombongan adalah sifat Allah yang tak boleh terdapat pada isi hati manusia, dan Allah begitu membenci mereka yang sombong. Seperti dinyatakan di Hadits Qudsi, yang artinya berbunyi :

"Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli".
Laura Amara [read more...]

4 Penjelasan Apa Itu Akal


Ketahuilah bahwasannya manusia itu berbeda-beda dalam memberi batasan (definisi) akal dan hakikatnya. Kebanyakan manusia lupa mengenai keadaan nama ini dipergunakan untuk menyebut terhadap beberapa makna yang berbeda beda. Maka hal itu menjadi sebab perbedaan pendapat dikalangan mereka.

Kebenaran yang membuka tutup tentang akal akal adalah bahwasannya akal itu adalah nama yang dipergunakan untuk menyebut kepada persekutuan atas 4 makna sebagaimana nama mata itu dipergunakan untuk menyebut beberapa pengertian.

1. Yang pertama adalah sifat yang membedakan manusia terhadap seluruh hewan. Itulah yang menjadikan manusia siap untuk menerima ilmu ilmu yang bersifat penalaran dan merenungkan pekerjaan pekerjaan yang samar yang memerlukan pikiran.

2. Yang kedua sudah bisa membedakan terhadap bolehnya barang barang yang mungkin dan kemustahilannya barang barang yang mustahil. Diantaranya pengetahuan bahwa 2 itu lebih banyak daripada satu, dan sesuatu itu tak mungkin berada dalam dua tempat dalam satu waktu. Itulah yang diperhatikan oleh sebaian ahli kalam tatkala ia berkata mendefinisikan akal, bahwasannya akal adalah sebagian ilmu ilmu dharuri (gampang dipahami tanpa pemikiran yang sulit) seperti bolehnya barang barang yang boleh dan mustahilnya barang barang yang mustahil.

3. Ilmu ilmu yang diraih dengan jalur pengalaman dengan melaju keadaan keadaan. Sesungguhnya orang yang dididik oleh percobaan percobaan dan dididik oleh aliran aliran maka umumnya ia dibilang sebagai orang berakal. Dan orang yang tidak bersifat dengan sifat ini disebut bahwa ia orang yang dungu, tidak berpengalaman dan bodoh.

4. Kekuatan naluri itu berujung hingga memahami kesudahan berbagai urusan dan menahan syahwat yang segera dan memakasanya. Apabila kekuatan ini berhasil maka pemiliknya disebut sebagai orang yang berakal dari segi maju dan pengekangannya itu menurut apa yang dikehendaki oleh penalaran mengenai kesudahannya.

Itu semua termasuk kekhususan manusia yang dengannya manusia itu berbeda dengan binatang. Yang pertama adalah dasar, pokok, dan sumber. Yang kedua adalah cabang yang paling dekat kepadanya. Yang ketiga adalah cabang yang pertama dan kedua karena dengan kekuatan naluri dan ilmu ilmu yang dharuri diketahuila ilmu illmu percobaan. Yang keempat adalah buah yang terakhir, itulah tujuan yang terjauh.

Laura Amara [read more...]

4 tanda ulama yang mencari kehidupan akhirat


Para ulama yang mencari keridhoan Allah dan akhirat itu memiliki tanda tanda, berikut ini adalah beberapa tandanya yang bisa diketahui.

1. Ia tidak mencari dunia dengan ilmunya.
Sesungguhnya sedikit-dikit derajat orang alim adalah mengetahui kehinaan dunia, kerendahan dan kekeruhan, dan terputusnya dunia. Kebesaran akhirat, kekalnya, kejernihan nikmatnya beserta kemuliaan kerajaannya. Keduanya, dunia dan akhirat itu bagaikan timur dan barat, biar bagaimanapun kamu mendekati salah satu dari keduanya maka akan menjauh dari yang lain.

2. Perbuatannya tidak menyelisihi perkataanya.
Bahkan ia tidak perintahkan hal baik selama ia tidak menjadi orang yang mengamalkannya. Sebagaimana dalam surah Al baqarah : 44, yang artinya berbunyi , “Apakah kamu memerintahkan kebajikan kepada manusia sedangkan kamu melupakan dirimu?”.

3. Memilik Perhatian pada ilmu yang bermanfaat
Dia memiliki perhatian untuk meraih ilmu yang bermanfaat di akhirat, yang menggemarkannya untuk taat, ia menjauhi ilmu ilmu yang sedikit kemanfaatannya, dan banyak perdebatan dan omong kosong.

4. Tak tergoda dengan kemewahan
Dia tidak tergoda dalam kemewahan dalam makanan dan minuman, pakaian yang halus dan indah, perabot dan tempat tinggal yang elok-elok. Namun ia memprioritaskan hemat dalam seluruhnya itu. Dan ia senang untuk mencukupan dengan yang paling minimal.

Laura Amara [read more...]

Penjelasan Mengenai Sebab Tercelanya Ilmu


Ilmu itu adalah mengetahui sesuatu menurut apa adanya. Selain itu ilmu adalah sebagian dari sifat- sifat Allah Ta’ala. Maka seperti apakah hal itu menjadi ilmu dan pada keadaannya menjadi ilmu yang tercela ?

Ketahuilah bila ilmu itu sendiri tidak tercela, tetapi ia menjadi tercela dalam hak hamba dikarenakan salah satu dari 3 buah sebab, yaitu :


1. Ilmu itu memberikan kepada kemudharatan (bahaya) apapun. Adakalanya bagi yang empunya atau orang lain, seperti tercelanya ilmu sihir dan tenung. Itu adalah benar sebab Al Quran sudah saksikan itu, dan itu merupakan sebab yang menyampaikan paada sebuah perceraian antara suami istri.

Sihir adalah satu macam yang dikenali dari ilmu (pengetahuan) terkait keunikan benda-benda dan dengan urusan-urusan perhitungan mathla’ (tempat terbit) bintang-bintang. Dari benda-benda itu dibawa bentuk menurut gambar diri orang yang disihir, dan diamati dari waktu-waktu khusus dari mathla’ dengan dibarengi mengucapkan kata-kata kekafiran dan keji yang bertentangan dengan syara’. Dengan sebab itu, ia bisa berhubungan untuk minta tolong kepada syaitan syaitan.

Memahami sebab sebab ini dari segi bila ilmu itu merupakan sebuah pengetahuan maka tidaklah tercela. Namun disebabkan ilmu itu tidaklah layak kecuali bikin mudharat pada manusia pada hal perantaraan kepada kejahatan adalah jahat. Maka itulah yang menjadikannya (sihir) itu ilmu yang
tercela.

2. Ilmu itu adalah memadharatkan pemiliknya pada umumnya sepert ilmu nujum.
Sesungguhnya ilmu itu sendiri tak tercela pada dzatnya karena ilmu nujum itu terbagi 2 bagian :

A. Satu bagian adalah perhitungan, pada hal Al Quran telah menyatakan bahwa perjalanan matahari dan bulan itu dihitung, seperti dalam ayat Ar rahman : 5 yang artinya berbunyi : “Matahari dan bulan itu dengan perhitungan”. Atau dalam surah Yaasiin : 39, yang artinya berbunyi : “Dan bulan, kami tentukan manzilah-manzilahnya (tempat-tempat peredarannya) sehingga ia kembali seperti mayang tua”
B. Hukum hukum dan hasilnya kembali kepada memungut dalil atas peristiwa peritiwa dengan sebab-sebab. Dan hal itu menyerupai seorang dokter atau tabib mengambil dalil dengan denyutan jantung dan urat nadi pada sakit bakal terjadi. Itu adalah mengenali aturan sunatullah. Tetapi Syara telah mencelanya, Nabi Saw bersabda, yang artinya berbunyi “Apabila disebutkan takdir maka tahanlah, apabila disebutkan bintang-bintang maka tahanlah, dan apabila disebutkan sahabat-sahabatku maka tahanlah!” (HR. Ath Thabrani dari Ibn Mas’ud dengan sanad yang baik)

Adapun tercegahnya ilmu ini disebabkan 3 segi, yaitu :

A. Ilmu nujum itu memudharatkan sebagian besar makhluk, yang mana di dalam jiwa bisa terjadi kepercayaan bahwa bintang bintang itu bisa memberikan pengaruh, sehingga ia dimuliakan dan di sembah.

B. Karena hukum hukum ilmu itu merupakan perkiraan saja, tidak mengetahui mengenai hak orang perseorang baik yakin maupun dugaan. Maka hukumnya itu adalah kebodohan. Maka tercelanya itu atas dasar ini dari sisi bahwasanya ilmu itu adalah kebodohan bukan dari sisi bahwasanya ilmu tersebut adalah ilmu.

C. Bahwasannya tidak terdapat faedah pada ilmu perbintangan itu. Sedikit-sedikit peri keadaanya adalah ia tenggelam di dalam hal yang berlebih, tidak bermanfaat dan menyia-nyiakan umur, dan itu merupakan puncak kerugian.

3. Tenggelamnya pada suatu ilmu yang mana pelakunya itu tak dapat mengambil faidah ilmu maka ia tercala dalam haknya. Seperti lebih mempelajari terlebih dahulu ilmu ilmu rahasia rahasia sebelum ilmu yang terang-terangan. Dan seperti mendalami ilmu ilmu tentang rahasia ketuhanan sementara ia meninggalkan ilmu yang lebih pokok untuknya seperti ilmu shalat.

(Kita berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak berguna)
Laura Amara [read more...]