Alasan Kebanyakan Wanita Jepang Tidak Ingin Kencan Dengan Duda

Di jepang, para wanitanya sangat mempedulikan status pasangan yang akan diajak kencan janganlah mereka yang penah menikah atau duda. Sebanyak lima puluh lima persen wanita Jepang tidak mau berKencan dengan pria yang telah menikah. Apa alasannya?

Sebuah situs Jepang, MyNavi Woman melakukan sebuah survei pada seratus sebelas wanita yang berumur 22-34. Peneliti itu memberikan pertanyaan, "Maukah anda menikah dengan pria yang pernah melakukan perceraian?".

Terdapat pemikiran `batsu-ichi` (orang yang sempat menikah) di Jepang yang sampai saat ini masih sukar dihapus. Oleh Sebab itu banyak hadir sebuah situs jodoh yang difokuskan bagi pria dan wanita `batsu-ichi`. Hasil dari survei itu menampakan mengapa tren itu jadi sangat populer. Sebagian besar dari mereka yang berpartisipasi pada survei tak terlalu terbuka untuk mengerjakan kencan dengaan pria yang sempat menikah.

Sejumlah diantara wanita itu mengatakan "ya", dan mereka mengeluarkan pendapatnya. Berikut ini alasannya :

1. Sepanjang tidak terdapat sesuatupun yang salah dengannya (pasangan yang pernah bercerai), tentunya ya (bakal berkencan dengannya).
2. Aku tidak mempedulikan hal itu bila ada niat untuk menikahi
3. Kalau dia merupakan orang yang baik, aku tidak bakal peduli mengenai masa lalunya. Namun tergantung dari alasan dibalik perpisahannya dengan istrinya juga.
4. Aku mau mengetahui apa alasannya untuk berpisah, Tapi Katanya masalau merupakan guru yang terbeik.
5. Tidak menjadi masalah sepanjang orang itu tak memiliki anak.
6. Aku dapat mengerti bila orang itu memiliki anak, namun menjadi masalah selain hal itu.

Sedangkan bagi para wanita Jepang yang mejawab pertanyaan itu dengan jawaban "tidak" memberikan pula alasannya. Yang mana diantaranya adalah adanya kekhawatiran terkait perhatian si pria yang kebagi antara keluarga masa lalu dan pasangan anyar, sampai keinginan untuk terus menjadi yang kesatu, wanita yang dinikahinya.

1. Bila orang itu masih kasih tunjangan untuk bekas istrinya, maka hal itu bakal menguras pendapatan finalsial, saya tidak ingin hal itu.
2. Pasti terdapat sebuah alasan dibalik perpisahannya, sert hal itu menjadi perhatian saya.
3. Sekaran ini saya menjalani kencan dengan orang yang sudah duda, sebetulnya terdapat banyak hal yang butuh dipertimbangkan.

Adapun perbandingan kedua jawaban itu hampir seimbang seakan menampakan bahwa secara keseluruhan Wanita Jepang lebih akan memilih orang yang belum menikah pada masalalunya atau duda. dilansir dari Rocketnews24, 28 September 2015.
Film Terbaru Indo [read more...]

Alasan Membicarakan Pernikahan Ketika Berjumpa Untuk Pasangan LDR


Menikah memang sesuatu yang paling dinginkan oleh para pasangan, namun mempersiapkan pernikahan tidaklah gampang. Mulai dari biaya dan hal-hal lain itulah yang membuat para pasangan tidak segera melangsungkannya.

Karena memang bukanlah sesuatu yang mudah, terutama bagi mereka yang menjalani pacaran jarak jauh, bertambah banyak tantangan yang mesti di lalui seperti komunikasi, terutama mengenai pengambilan keputusan tentang nikah. Biasanya para pasangan LDR ini kalau berjumpa cuma main bareng atau malah mengerjakan hal negatif, seperti berhubungan badan bagai sepasang suami istri dengan dalih untuk melepas rindu. Kali ini meningan bicarakan hal positif yang akan membuat waktu berjumpa anda menjadi lebih berkualitas dan berkesan.

Berikut ini pembicaraan yang akan membuat perjumpaan anda selain untuk melepas rindu juga semakin menambah keyakinan untuk terus melanjutkan hubungan jarak jauh tanpa ragu.

1. Bicarakan Tentang Menikah dan Begaimana Tugas Masing-Masing Ketika Berjumpa

Selain melepas kangen karena jarak yang memisahkan, pergunakan waktu itu sebaiknya, termasuk dengan membicarakan nasib masa depan pacaran anda. Pergunakan waktu itu untuk mematangkan deadline serta membagi tugas masing-masing. Bila semuanya sudah matang maka dalam perjumpaan kemudian bisa mengunjungi vendor pesta pernikahan yang kiranya membutuhkan keputusan penting yang melibatkan masing-masing pihak.

2. Berbicara Mengenai Arti Menikah dan Berkeluarga

Kalau cuma membicarakan menikah, mau dimana dan kapan setiap pasangan pun terkadang membicarakan hal itu walau masih cuma sebatas obrolan. Anda pasangan LDR yang di uji dengan jarak, maka untuk meyakinkan pasangan pada anda harus membicarakan, apa sih arti menikah?, kenapa anda ingin dia yang menjadi istri dan ibu dari anak-anak anda kelak?. Lalu apa sih arti berkeluarga?, mengapa dia harus berumah tangga dengan anda? pembicaraan itu untuk meyakinkannya.

Selain karena masalah melasngsungkan pernikahan adalah sesuatu yang tidak gampang, juga karena pembicaraan mengenai tema ini akan semakin membuat pasangan anda merasa yakin dengan hubungan kalian. Namun harus di ingat, jangan membicarakan hal ini bila anda cuma ingin memberikan harapan palsu atau masih sangat jauh untuk melangkah ke pelaminan.
Film Terbaru Indo [read more...]

4 Alasan Lelaki Berjanji Menikahi Pasangannya


Hubungan cinta memang begitu indah menyenangkan, terkadang membuat lelaki janji menikahi pasangan disebabkan takut kehilangan. Selain hal itu atau takut kehilangan ada banyak motif dibalik para lelaki mengucapkan janji menikahi wanitanya, dan hanya lelaki saja yang tahu. Berikut ini adalah beberapa motifnya :

1. TAKUT KEHILANGAN
Terdapat pemicu mengapa para lelaki berjanji untuk menikahi pasangannya. Diantaranya adalah takut kehilangan. Biasanya disebabkan karena dia begitu mencintai pacarnya. Ucapan yang keluar berupa janji menikahi itu jujur dari keinginan hatinya. Biasanya para lelaki yang begini bakal betul-betul berupaya untuk mewujudkan janjinya.

2. DI DESAK PACAR
Bila yang pertama si lelaki yang takut kehilangan, maka yang kedua adalah karena si wanita-nya yang sangat takut kehilangan. Sangat Berharap untuk di nikahi oleh lelaki yang dicintainya itu. Disebabkan si lelakinya pun tiada maksud untuk main-main, maka tiada salahnya mengiyakan bila ia akan menikahinya.

3. INGIN BERHUBUNGAN SEKS
Terkadang janji menikahi itu dilontarkan pada si wanita supaya mereka menjadi tidak ragu untuk menyerahkan keperawanannya. Terutama bagi wanita yang baru akan diajak hubungan seks oleh pacarnya pertama kali akan sangat sukar di yakinkan. Maka terkadang dengan berjanji untuk di nikahi pada akhirnya si wanita rela melepas keperawanannya pada orang yang dicintainya itu.

4. INGIN MENIKAHI TAPI BELUM PUNYA MODAL
Menikah memang butuh modal yang bukan sedikit, dan terkadang para wanita tak mau mengerti dan berikan waktu lebih lama lagi untuk menanti calonnya itu bekerja mengumpulkan modal. Maka terkadang para lelaki harus berjanji bahwa mereka pasti menikahi-nya supaya para pasangannya itu jadi tenang dan yakin walaupun mereka semakin bertambah tua.

Selain empat itu mungkin masih ada banyak motif mengapa pasangan anda berjanji untuk menikahi. Lantas apakah bila janji itu tidak di tepati merupakan tanda orang munafik?. Bisa jadi terlalu cepat menyimpulkan hal itu, sebab diantara para lelaki yang berjanji pun bisa jadi sebagiannya tidak ingin mengingkari janji dan membuat kecewa. Namun apabila berjanji dan dari awal memang tidak ingin menepatinnya, itu baru masuk dalam tindakan memanipulasi, berbohong untuk mendapatkan sesuatu.

Nah ada kisah nyata nih, tertait tidak menepati janji menikahi. Mahkamah Agung pernah memberikan hukuman pada pria yang tidak menepati janji menikahi wanita. Mengingkari janji kawin merupakan kelakuan melanggar hukum. Namun pastinya terdapat syarat lainnya. Untuk membaca kisahnya, bisa mengungjungi tautan, disini.
Film Terbaru Indo [read more...]

Ditipu Pacar Dijanjikan Nikah, Apakah Bisa Dituntut?



Mungkin banyak juga diantara anda yang dijanjikan nikah oleh seorang pria pacar anda, namun kenyataannya malah anda malah tertipu. Pacar anda biasanya mengaku sebagai, misalnya, sarjana, bekerja, namun sebaliknya dia pengangguran, dan bukan sarjana. Sebagian wanita biasanya yang telah tertipu itu telah menyerahkan segalanya, seperti harta, tubuh atau kesucian, atau baru menyerahkan sesuatu namun baru menyadarinya. Apakah pacar anda bisa dituntut?.

Hubungan pacaran itu sebetulnya tidak menimbulkan dampak hukum apa-apa. Pacaran bukan merupakan hubungan hukum seperti layaknya para pasangan yang sudah menikah. Dengan demikian, tidak terdapat hak dan kewajiban yang muncul di antara ke-2 orang yang berpacaran sampai bila satu pihak telah di buat rugi, maka ia tidak dapat menuntut kewajiban pihak lainnya untuk bertanggungjawab, khususnya menuntut dinikahi.

Namun, jika merasa ditipu dalam kasus seperti di atas, yang mana sudah ada atau mengerjakan seks atau telah mengerjakan pekerjaan yang bisa dinilai serius, contoh lainnya sudah terjadi pertunangan atau mengumumkan bakal diselenggarakan perkawinan, maka hal itu bisa dipakai pegangan untuk menuntut kerugian.

Janji Menikahi
Pasal 58 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata’) merumuskan tiga hal:
1.    Pertama, janji menikahi tidak menimbulkan hak untuk menuntut di muka hakim untuk dilangsungkannya perkawinan. Juga tidak menimbulkan hak untuk menuntut penggantian biaya, kerugian, dan bunga, akibat tidak dipenuhinya janji itu. Semua persetujuan ganti rugi dalam hal ini adalah batal.
2.    Kedua, namun jika pemberitahuan nikah telah diikuti suatu pengumuman, maka hal ini dapat menjadi dasar untuk menuntut kerugian.
3.    Ketiga, masa daluarsa untuk menuntut ganti rugi tersebut adalah 18 bulan terhitung sejak pengumuman rencana perkawinan.


Lebih jauh masalah ini bisa dibaca disini
Film Terbaru Indo [read more...]

3 Hal Harus di Tanyakan Sebelum Menikah dan Berumah Tangga


Siapapun yang menikah tentunya menginginkan sebuah keluarga yang damai dan indah. Namun pada kebanyakan pasangan yang telah menikah ada-ada saja hal yang bisa membuat mereka bertengkar. Memang wajar, namun bila sampai bertengakarnya memicu keretakan rumah tangga bahkan sampai bercerai bukan sesuatu yang wajar.

Ada sesuatu yang harus kalian bicarakan sebelum pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Duduklah berdua dan saling, dan jawablah bagaimana kalau rumah tangga nanti seperti ini.

1. Bagaimana kalau berumah tangga tidak mempunyai anak ?
Banyak orang yang pacaran saling melamun bila menikah nanti mau memiliki anak sangat banyak, namun mereka yang bertanya dan saling memikirkan bagaimana nanti bila tak pernah di karuniai seorang anak?, sementara kehadiran anak adalah hal yang begitu penting terutama bagi para pasangan yang telah tua serta kehidupannya mulai sepi dari canda dan keromantisan. Sebelum menikah ada baiknya memikirkan hal ini serta jujur untuk menjawab. Bagaimana jika tidak dikaruniai seorang anak?, apakah akan mengadopsi? ataukah pihak laki-laki akan menceraikan?.

2. Apakah harus berkarir ataukah Diam Dirumah?.
Pemasalahan kedua yang tak kalah menarik untuk di bahas sebab selalu jadi bahan keributan rumah tangga adalah jadi wanita karir atau wanita IRT. Ada baiknya sebelum menikah membecirakan hal ini serta memberikan pendapat masing-masing.

3. Tempat Tinggal
Yang dirubutkan saat mendekati hari pernikahan diantaranya adalah masalah tempat tinggal, yakni banyak anak yang disayang orang tuanya untuk tinggal di rumahnya selepas menikah, yang mana terkadan hal ini tidak disetujui suami. Masalah ini terkadang menjadi panjang sampai pada masa awal menikah. Ada baik nya untuk masalh ini mempunyai kesepakatan saat sebelum nikah.
Film Terbaru Indo [read more...]

Pikirkan Rasanya Jadi Calon Mertua Sebelum Ketemu Orang Tua Pasangan Anda


Bagi anda yang hendak merebut hati calon mertua buanglah terlebih dahulu keinginan untuk ngasih barang-barang yang disukai calon mertua anda, atau mempersiapkan baju apa yang pas untuk dipakai ketemu mereka. Duduk sejenak dan bayangkan kalau anda jadi orang tua yang memiliki anak perempuan yang sudah dewasa, seperti apa kriteria pasangan anak anda yang bakal anda setujui untuk jadi suaminya ?. Ini diantara jawabannya:

1. Baik dan Bertanggung Jawab
Tidak seperti pasangan anda, orang tua-nya tidaklah terlalu mempermasalahkan wajah tampan anda yang membuat anaknya mabuk kepayang. Tapi anda bakal menjadi calon menantu yang diperhitungkan kalau anda baik dan bertanggung jawab. Banyak orang tua yang tak menginginkan apabila nanti anaknya menikah, diterlantarkan suaminya, atau selalu kasar padanya baik dalam perkataan ataupun perbuatan.

2. Mapan
Anda jangan menutup mata dari masalah ini, sebab tidak sedikit juga mertua yang menginginkan menantunya mapan supaya anaknya tidak kesusahan nantinya saat hidup dengan anda dalam masalah finansial. Wajar kalau orang tua memikirkan yang terbaik untuk anaknya yang sudah diurus dari kecil. Pemikiran itu pun bakal terlintas di benak anda nanti saat jadi mereka.

3. Religius
Asalan kedua sebetulnya dapat di negosiasikan asalkan anda memiliki alasan pertam dan ketiga, yaitu mengerti atau paham agama. Pemahaman tentang agama adalah kekuatan yang sangat besar untuk anda bisa di terima calon mertua. Terutama di Zaman sekarang, mencari orang yang religius dan baik cukup sulit. Sehingga banyak orang tua yang rela menikahkan anaknya hanya karena kriteria satu dan tiganya sangat kuat. Bahkan cukup banyak juga loh orang tua yang menjodohkan anda dengan anaknya karena anda religius. Jadi jangan bosan untuk terus belajar agama.

So, Miliki kriteria itu sebelum ketemu camer dan jangan terlalu disibukan untuk kasih barang-barang atau tau hal-hal yang disukainya sebab anda akan menikah dengan anaknya bukan dengan camer
Film Terbaru Indo [read more...]

4 Alasan Pasangan Pria Anda Belum Mau Ketemu Calon Mertua


Sudah lama menjalin cinta namun pasangan anda masih belum mau untuk diajak ketemu Calon Mertua atau orang tua anda, atau calon mertua pasangan pria anda. Terdapat banyak alasan yang harus wanita tahu supaya bisa membantu menguatkan tekad pasangan anda untuk bertemu orang tua segera, atau setelah tahu alasannya anda bisa meninggalkannya sebab tak mungkin pacaran terus menerus tanpa adanya kepastian. Berikut beberapa alasannya :

1. Takut Memberikan Kesan yang Kurang Baik


Salah satu alasan terbesar mengapa pasangan anda belum siap ketemu orang tua anda adalah takut kasih kesan yang kurang baik. Bila hal itu terjadi mungkin akan sulit untuk mendapatkan restu orang tua untuk menikahi wanita yang begitu dicintai oleh si pria pasangannya. Untuk itu anda bisa membantu si pasangan anda dengan cara memberikan gambaran padanya seperti apa sifat orang tua anda, kesukaan mereka. Umumnya para pasangan pria pun yang serius dengan hubungannya sudah terlebih dahulu menayakan hal-hal menganai orang tua anda. Dengan demikian jujur-lah menjawab serta jadi penengah untuk memperjumpakan mereka. Untuk para pria, ketakutan menghadapi calon mertua tentunya harus dilawan dengan cara mempersiapkan diri, agar hilang ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Terlebih lagi bagi pria yang ingin bisa menikah dalam hidupnya, tentunya tidak bisa lari dari ketakutan ini.

2. Belum Punya Modal Untuk Menikah
Banyak pria yang berfikir kalau sudah mengunjungi calon mertua berarti harus sudah siap untuk memiliki biaya menikah. Sehingga bagi mereka yang termasuk dalam kelompok ini akan mengundur terus waktu ketemu calon mertua sampai mereka mapan dan punya modal untuk menikahi wanita yang dicintainya. Untuk wanita yang mendapatkan jawaban hal ini dari pasangannya, maka tanyakanlah sudah sampai dimana pasangan pria anda itu mengumpulkan modal. Sebab kalau mereka belum siap ketemu karena alasannya belum siap menikah karena belum mapan, yang mana artinya belum punya modal menikah, namun pasangan anda tak pernah mempersiapkannya, seperti menabung atau lebih giat mencari pendapatan, maka artinya dia tidak betul-betul serius kalau mengatakan, "aku mencintaimu dan tak sanggup kehilangan kamu".

3. Belum Merasa Yakin Dengan Anda



Meskipun sudah pacaran lama dan pasangan anda mapan namun belum mau ketemu orang tua anda adalah si pria belum merasa yakin dengan anda. Sebab bertemu orang tua berarti membawa hubungan cinta naik satu tingkat lebih serius dan bertanggun jawab.

4. Anda Benar-Benar Tak Akan Dinikahi


Sebab bertemu calon mertua berarti membawa hubungan menjadi cukup serius, sebagian pria yang hanya mempermainkan anda tak akan mau melakukannya. Namun anda akan dipertahankan dengan berbagai alasan agar tetap berpacaran dengannya sampai batas waktunya untuk diputuskan. Para pria terkadang tahu mana cewek yang pantas untuk dijadikan pacar saja, dan wanita yang pantas untuk dijadikan istri serta ibu dari anak-anaknya. Mungkin terdengarnya jahat, namun kembali lagi, wanita pantas untuk dijadikan istri pastinya tak akan dikhianati.
Film Terbaru Indo [read more...]

Apakah Gonta-Ganti Pasangan Bisa Sebabkan Mandul?


Telah diketahui kalau kerap gonta-ganti pasangan seks bisa mendapatkan penyakit menular seksual (PMS). Tetapi seperti apa kaitan seks dengan gonta-ganti pasangan pada infertilitas?, yaitu kegagalan pasangan untuk hamil usai mengerjakan seks tanpa perlindungan dalam selang waktu setahun.
Dari sekian banyak problem yang di timbulkan dari penyakit menular itu, infertilitas adalah dampak yang patut diperhatikan.

Memang dengan gamblang seks multi partner tidak berkaitan langsung pada infertilitas, namun jika dikaitkan keduanya punya hubungan yang erat. PMS adalah penyebab utama infertilitas pada wanita. Sekitar 10 persen hingga dengan 40 persen wanita dengan infeksi Clamydia dan Gonorrhea yang tak diobati bisa menyebabkan komplikasi seperti : Pelvic Inflammatory Disease (penyakit radang panggul) Salfingitis (penyakit radang saluran telur/tuba).

Kedua penyakit ini bisa meningkatkan kasus infertilitas dan kehamilan ektopik (kehamilan diluar kandungan). Pada wanita hamil yang mengalami sifilis stadium awal yang tak diobati, 25 persen dari kehamilan memicu bayi lahir mati dan 14 persen membikin kematian neonatal. Sama bagaikan wanita, pria pun rentan pada PMS yang bisa menyebabkan infertilitas.

Infeksi Clamydia dan Gonorrhea yang disebutkan diatas dapat menyebabkan kompilkasi yang berupa, prostatitis (radang prostat), epididimitis (radang tempat penyimpanan sperma), funikulitis (radang saluran sperma) yang mana bisa merusak sel sperma pria itu, malahan bila dibiarkan bisa bikin kerusakan testis. Sifilis yang tak diobati bisa memicu sikatriks (jaringan parut) yang menyebabkan bentuk penis menjadi bengkok dan menimbulkan gangguan ejakulasi.

* Sumber : Tanyadok

Film Terbaru Indo [read more...]

Yu !!, Dibaca Dulu Sebelum Bilang "Aku Sudah Tidak Perawan Lagi"


Setiap orang bisa saja khilaf, mengerjakan sebuah dosa. Segeralah bertaubat selagi masih ada kesempatan. Bertaubat pun bukan hanya dilisan saja, namun ada sebuah tekad untuk betul-betul tidak akan lagi atau menjauhi perbuatan dosa itu.

Ada sebuah masalah masa kini kala perempuan mengerjakan sebuah dosa zina dengan laki-laki yang jadi pacarnya. Meskipun telah bertaubat dan sangat menyesali perbuatannya, ada beberapa wanita yang pada akhirnya dia tidak merasa percaya diri, khawatir, bila menikah nanti dengan calon suaminya diketahui kalau dirinya telah tidak perawan lagi. Lantas, bukan karena wanita tersebut bangga akan perbuatan dosanya yang telah lalu itu, namun si wanita sebelum menikah memberitahukan kalau dia telah tidak perawan sebab tidak ingin menyakiti calon imamnya itu. Atau tidak ingin setelah menikah nanti ketidakperawanannya di ungkit-ungkit laagi akan hal itu.

Ini jawaban dari agama. Islam memotivasi pada pelaku dosa yang telah bertaubat mengenai hak Allah SWT, supaya merahasiakan apa yang telah dikerjakannya itu, serta dia selesaikan antara dia dan Allah. Dia bertaubat serta benar-benar menyesali perbuatannya tanpa mesti menceritakannya pada pada siapapun, juga pada orang terdekatnya. Apalagi pada orang yang ember.. ehehe..

"Kamu sekali-sekali tak bisa bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu* bahkan kamu mengira kalau Allah tak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu lakukan" (Fushshilat 41:22)

* Mereka itu mengerjakan dosa dengan terang-terangan disebabkan mereka menyangka kalau ALLAH tak mengetahui pekerjaan mereka dan mereka tak mengetahui pendengaran, penglihatan dan kulit mereka bakal jadi saksi di akhirat kelak atas perbuatan mereka.

Namun dalam kasus ini adalah pelaku zina mengerjakan perbuatannya berdua, hanya setelahnya menerangkan kalau dia berzina, baik karena bangga (biasanya pria yang berlaku demikian, yaitu dengan curhat ke temannya kalau dirinya telah meniduri si 'anu'), atau karena tidak menyadari, menceritakannya sebab khawatir, resah tidak lagi perawan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan mengerjakan perbuatan semacam itu (perbuatan zina), semestinya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah kasih.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 3048 dan al-Baihaqi dalam Sunan as-Sughra, 2719).

Sebab yang sangat penting adalah dia secepatnya bertaubat serta memperbaiki dirinya tanpa mesti mempermalukan diri di hadapan orang lain, sebab hal itu merupakan masalah yang baru lagi.
Imam Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya mengenai suami yang menikahi gadis. Di malam pertama, nyatanya suami merasa istrinya tak perawan. Salah satu bagian penjelasan beliau,

فإذا ادَّعت أنَّها زالت البكارة في أمر غير الفاحشة : فلا حرج عليه ، أو بالفاحشة ولكنها ذكرت له أنها مغصوبة ومكرهة : فإن هذا لا يضره أيضاً ، إذا كانت قد مضى عليها حيضة بعد الحادث ، أو ذكرت أنها تابت وندمت ، وأن هذا فعلته في حال سفهها وجهلها ثم تابت وندمت : فإنه لا يضره ، ولا ينبغي أن يشيع ذلك ، بل ينبغي أن يستر عليها ، فإن غلب على ظنه صدقها واستقامتها : أبقاها ، وإلا طلقها مع الستر ، وعدم إظهار ما يسبب الفتنة والشرّ.

Bila istri akui kalau keperawanannya hilang BUKAN disebabkan hubungan badan, maka suami tak masalah mempertahankan istrinya. Atau disebabkan hubungan badan, tapi sang istri menceritakan dia diperkosa atau dipaksa, maka suami tak masalah mempertahankan istrinya, bila istri sudah mengalami haid sekali usai kejadian itu sebelum dia menikah.

Atau dia mengaku sudah bertaubat serta menyesali perbuatannya, dan dia pernah mengerjakan zina ini saat dia masih bodoh, dan saat ini sudah bertaubat, tak masalah untuk suami mempertahankannya. Dan tak seharusnya  hal itu disebar luaskan, sebaliknya, harus dirahasiakan. Bila suami yakin sang istri telah jujur dan dia orang baik, bisa dia pertahankan. Jika tidak, suami bisa menceraikannya dengan tetap merahasiakan apa yang dialami istrinya. Tidak membeberkannya yang itu bisa akibatkan terjadinya fitnah dan keburukan.

Adapun untuk para wanita yang telah tak perawan serta resah bagaimana bila ketahuan nanti oleh calon suaminya bila dirinya tak lagi perawan sehingga saat berhubungan badan dengan cara halal yang dilakukannya pertama kali saat menikah, namun ketahuan lantas diceraikan, sebab pastinya sangat sulit untuk kaum pria menerima kenyataan kalau ternyata istrinya tak lagi perawan, maka solusinya bukanlah mengatakan sebelum menikah itu kalau “tak lagi perawan”, namun dengan mengajukan beberapa pernyataan, seperti, “apakah benar semua laki-laki tidak bisa menerima istrinya yang tak lagi perawan sebelum di nikahi, sedang si wanita itu bukan janda?”. Bila jawabannya benar maka berarti itu hanya jawaban yang mewakili dirinya saja. Namun apabila jawabannya tidak semua laki-laki begitu, maka pertanyaan selanjutnya menanyakan kalau si laki-laki yang anda tanya itu berada di kelompok yang mana. Bila laki-laki yang anda cinta itu benar-benar menginginkan calon istrinya perawan maka pertimbangkanlah kembali untuk dinikahi oleh laki-laki yang anda cinta itu.


*Semoga Dapat Bermanfaat


Film Terbaru Indo [read more...]